TIDAK ASPIRATIFNYA BUPATI ASAHAN MENGAKIBATKAN KONSUMEN PDAM TSP KECEWA
Air Menetes, Pelanggar PDAM Tirta Silau Piasa Asahan Mengeluh
Hal itu dikatakan HP Simanjuntak, E Sibarani dan S Sihotang warga Kelurahan Lestari kepada SIB, Rabu (7/10). Ketiga pelanggan PDAM milik pemerintah kabupaten itu mengungkapkan, ketidak beresan distribusi air ke rumah pelanggan sudah cukup lama terjadi. Namun yang paling parah sejak Syamsuar diangkat menjadi Dirut PDAM Tirta Silaupiasa. Pelanggan sering ribut dan komplain bahkan sudah pernah berunjukrasa ke Kantor PDAM di Kisaran tetapi para petugas seakan tidak peduli dan perbaikan pelayanan di perusahaan derah itu belum terlihat. Padahal dua tahun lalu tarif dasar air sudah dinaikkan sebagai upaya perbaikan pendapat karyawan. Buruknya pelayanan di PDAM Tirta Silaupiasa tersebut sebagai bukti kekurangmampuan Syamsuar mempin perusahaan tersebut, ujar HP Simanjuntak dan S Sihotang.
Menurut HP Simanjuntak, kondisi air PDAM Kisaran yang lebih buruk terjadi dalam kurun waktu dua tahun terahir. Air mati siang dan malam dan adakalanya hidup hanya malam hari saja, dengan volume yang sangat kecil sehingga para pelanggan terpaksa begadang hanya untuk menunggu satu ember air guna keperluan minum. Untuk mengatasi kekurangan air tersebut para pelanggan sudah banyak yang membuat sumur bor dan ada pula ramai-ramai membeli mesin pompa air, sebab air hanya mampu naik ke bak air apabila disedot dengan mesin pompa.
Melihat buruknya kinerja para karyawan PDAM Tirta Silaupiasa Kisaran tersebut, HP Simanjuntak, S Sihotang dan E Sibarani warga Kelurahan Lestari itu mendesak Bupati Asahan Drs H Risuddin untuk mencopot Syamsuar secepatnya dan diganti dengan figur yang profesional sekaligus membenahi para pejabat di bawahnya. (S12/y)

0 komentar:
Posting Komentar